Tajuk: Rahsia Mendapat Pertolongan Allah

SYARAT-SYARAT MENDAPAT PERTOLONGAN ALLAH

1. TABIAT PEPERANGAN

Peperangan antara hamba dengan nafsunya adalah peperangan terbesar dan terdahsyat dan yang menjadi hasilnya adalah penentuan perjalanan manusia didunia dan akhirat.

Di antara manusia ada yang menyerahkan hatinya kepada nafsu hingga menjadi pengikut nafsunya dan berjalan sebagaimana yang dikehendakinya. Di antara mereka terdapat orang yang menyatakan perang dan mengangkat benderanya hingga ia dapat mengekang nafsunya, inilah hamba Allah yang sebenarnya. Di antara mereka ada juga yang kadang-kadang memerangi nafsunya dan terkadang mendiamkannya. Satu hari ia memiliki nafsu namun pada hari selanjutnya ia dimiliki oleh nafsu.

2. HATI

Hati sebagaimana yang didefinisikan oleh para ulama iaitu kumpulan perasaan yang ada pada manusia baik itu berupa rasa cinta, benci, senang, sedih, tenang, damai, takut, berharap, gelisah, ketakutan, kasih sayang, merugi, suka cita, menyesal dan sebagainya. Hati adalah mukallaf di sisi Allah agar ia menundukkan perasaannya kepada hati hingga ia membuat kecintaannya kerana Allah dan tidak mencintai seseorang kerana dirinya sendiri. Yang mencintai kerana dirinya sendiri hanya Allah SWT, maka siapa saja yang mencintai hendaklah mencintai kerana Allah Azza Wa Jalla.

3. NAFSU
Allah menciptakan nafsu bagi setiap hamba-hambanya sebagai pendorong untuk berbuat keburukan yang dengannya Allah menguji sejauh mana kebenaran penghambaan manusia kepada-Nya. Di antara sifat-sifat utamanya adalah kebodohan, kezaliman dan ketamakan hingga ia cenderung kepada keburukan dan lari dari kebaikan. Ia tidak menyukai kesulitan, oleh sebab itu ia menbenci taklif(pembebanan) apa saja.
Nafsu ingin mengambil bahagian dari setiap pekerjaan yang dilakukan hamba dan bahagian terbesar nafsu adalah perasaannya akan ketinggian dan kelebihannya dari orang orang disekitarnya. Oleh sebab itu ia menundukkan hati dan mengerahkan seluruh perasaannya demi meraih kebahagiaan itu. Disamping itu syaitan berdiri dibelakangnya dengan memanfaatkan kebodohan dan ketamakannya.
4. BAHAYA MENGIKUTI HAWA
Jika manusia mengikuti apa yang diminta oleh hawa dan nafsunya, maka tidak mustahil ia akan berjalan menuju kebinasaan. Ia tidak akan melaksanakan kewajipan(faridhah) kerana nafsunya membenci taklif dan menyukai keadaan lega (tanpa beban). Jika didalam hatinya masih terdapat sisa keimanan untuk melaksanakan faridhah, maka nafsunya tidak akan membiarkan amalnya naik dalam keadaan murni kepada Allah tanpa dapat mengambil bahagian dari amal tersebut. Lalu ia membuat hati yang baik menjadi riya’ dengan amal itu atau sombong hingga ia menganggap dirinya lebih baik dari orang lain dengan amal ini. Atau ia memperlihatkan diri kepada orang lain agar mereka melihat bahawa ia memiliki darjat dengan amal ini di sisi manusia dan di sisi Allah. Akhirnya nafsunya mengambil seluruh bahagiannya dari amal ini.

Manusia tidak mempedulikan dari mana ia mengumpulkan hartanya, maka seluruh tujuannya adalah menuruti nafsunya dan memenuhi keinginannya dalam mengumpulkan harta. Ia akan melepaskan batas penglihatan bahkan kemaluannya. Ia akan memenuhi perutnya dengan apa yang diinginkan oleh nafsunya tanpa melihat kepada halal dan haram.

5. PERANAN SYAITAN

Allah menciptakan qarin atau syaitan bagi setiap hambanya dan syaitan ini memiliki peranan yang sangat penting dalam pertempuran yang sengit antara hamba dan nafsunya. Meskipun ia tidak memiliki kekuasaan langsung atas hamba, namun ia memanfaatkan kebodohan nafsu dan hawanya untuk memenuhi hasratnya. Lalu syaitan menghiasi nafsu dengan pemikiran-pemikiran dan tindakan-tindakan yang selari dengan hawanya. Ia selalu mengulangi godaan dan hasutannya hingga nafsu melakukannya. Dengan peranannya itu ia menggoda hati untuk tunduk padanya dan mengambil keputusan yang sesuai dengan hawanya. Oleh sebab itu Allah mengingatkan kita akan perbuatan mengikuti syaitan dan menjelaskan kepada kita bahawa ia menghiasi nafsu dengan sebuah perbuatansecara bertahap bukan dalam satu langkah agar ia tidak mendapat reaksi yang keras.

6. HATI DI ANTARA KETAATAN DAN MAKSIAT

Ketika hati ingin melaksanakan ketaatan tertentu, maka malaikat menghiaskan kebaikan padanya dan akal bekerja sesuai dengan tingkat ilmu dan dorongan dalam melaksanakannya. Namun ketika syaitan mendapati bahawa hati berkeinginan keras untuk melaksanakan ketaatan ini, ia mulai menggangu nafsu agar meminta secara berulang-ulang kepada hati untuk menciptakan halangan hingga ia terhalang untuk melaksanakan ketaatan ini.

Jika seorang hamba mencurahkan segala kemampuan untuk memerangi nafsu dan hawanya dan hal ini dilihat oleh syaitan, maka ia tidak akan membiarkannya. Ia akan selalu menggoda nafsu agar memenuhi peranannya dari ketaatan ini. Ia membisikkan kepada hati untuk melaksanakan ketaatan ini di depan manusia agar mereka melihatnya hingga ia menjadi besar dalam pandangan mereka.

7. AKIKAT MENJUAL DIRI

Barangsiapa yang menginginkan syurga, hendaklah ia menjual nafsunya kepada Allah dan penjualan ini tidak akan terjadi kecuali apabila ia menang atas nafsunya dan membawanya kepada Allah. Maka dapat kamu lihat gerakan, diam dan berdiri serta duduknya adalah untuk Allah bukan untuk nafsunya.

BERSAMA-SAMA GENERASI YANG MENANG

1. PEMBERSIHAN (PEMURNIAN)

a. Pemurnian niat (tujuan):

Hamba Allah dan tempat kemenangannya memurnikan niat hanya kepada Allah, ia tidak melakukan perbuatan apapun kecuali ia telah yakin akan keikhlasan niatnya kerana Allah.
Mereka tidak melakukan suatu perbuatan untuk mendapatkan kehormatan di sisi manusia atau kerana malu kepada mereka, atau supaya dikatakan sebagai seorang yang berani atau kerana kebiasaan.

b. Pemurnian tauhid
Seorang mukmin haruslah membersihkan keyakinan dan tauhidnya dari kemusyrikan, janganlah ia menyembah untuk selain Allah, tidak bersumpah kecuali dengan Allah, tidak bernazar kecuali kepada Allah, tidak pergi kepada ahli sihir atau dukun, tidak suka meramalkan nasib, tidak mencari berkat dari pepohon atau batu-batuan, tidak mendatangi kuburan dan tidak meminta pertolongan kepada penghuninya untuk memenuhi apa yang diperlukannya.

c. Pemurnian perbuatan
Seorang mukmin sebagaimana ia harus memurnikan niat, ia juga harus memurnikan perbuatannya. Hendaklah ia tidak melakukan suatu perbuatan apapun kecuali jika selari dengan syariat dan mengikut petunjuk Rasullullah s.a.w.

Ketika merancang untuk melakukan suatu perbuatan, hendaklah ia bertanya dahulu tentang hukum syariatnya dan bagaimana Rasulullah s.a.w. melakukannya. Kedua inilah rukun amal soleh yang diterima di sisi allah

2. MENGAGUNGKAN SYARIAT ALLAH

Oleh sebab itu kamu dapat melihatnya bersunggu-sungguh dalam melaksanakan kawajipan dengan kaifiyat yang diperintahkan oleh allah kemudian menambahnya dengan ibadah sunnah. Ia tahu bahawa jalan mendekatkan diri kepada Allah adalah dimulai dengan melaksanakan kawajipan dengan sempurna. Adapun ibadah sunnah yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh setelah melaksanakan ibadah wajib akan membawa pelakunya menuju darjat kecintaan Allah.

3. TAWAKKAL KEPADA ALLAH DAN REDHA ATAS KETENTUANNYA

Tawakkal kepada Allah tidak bertentangan dengan “melakukan sebab” bahkan ia adalah pelengkapnya. Kita diperintahkan untuk melakukan sebab dalam hal-hal yang mampu kita lakukan dan bertawakkal kepada Allah dalam hal-hal yang tidak mampu kita lakukan. Ketika seorang mukmin melakukan sebab, maka hatinya tidak bergantung pada perbuatanya itu. Oleh sebab itu diantara faedah tawakkal kepada Allah adalah ketenangan hati dan kedamaiannya. Sebab orang yang bertawakkal melihat bahawa ia telah melakukan apa yang dapat ia lakukan dan berpegang kepada allah pada hal-hal yang tidak mampu kita lakukan.

4. JIWA YANG KAYA DAN QANA’AH (PUAS)
Berapa banyak orang yang secara zahir kaya namun secara batin miskin dan tamak terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain; inilah kefakiran yang hakiki. Berapa banyak pula orang yang secara zahirnya adalah fakir namun batin mereka kaya dengan Allah dan tidak memerlukan orang lain; inilah orang kaya yang sebenarnya.

Di antara faedah keluasan dan kaya diri bagi seorang muslim adalah tidak melihat dan mengawasi orang yang dilimpahi oleh allah nikmat dunia.

5. TAWADHUK (BERSIKAP RENDAH DIRI)
Seorang mukmin mematikan dirinya menggugurkan keperluan duniawinya. Ia melihat dirinya tidak memiliki kemuliaan dan kemampuan diantara manusia. Oleh sebab itu kamu melihatnya sering duduk bersama orang-orang lemah dan miskin. Ia menjawab panggilan orang yang memanggilnya semampunya.
Rasulullah saw adalah orang yang paling tawadhuk meskipun darjatnya sangat tinggi. Baginda bersabda:
“Allah tidak menambahkan kepada seseorang yang memberi maaf kecuali kemuliaan, dan seseorang tidak akan tawadhu’ kepada Allah melainkan Dia akan mengangkatnya. ”
Fudhail ibn ‘Iyadh telah ditanya tentang apa itu tawadhuk? Ia berkata:
“Hendaklah kamu tunduk kepada kebenaran dan mentaatinya meskipun kamu dengar dari seorang anak kecil yang bertemu denganmu dan meskipun kamu dengar dari orang paling bodoh sekalipun yang kamu temui.

6. MENAHAN AMARAH
Setiap orang mengetahui bahawa saat marah dan emosi adalah saat-saat sulit yang dihadapi manusia kerana ia adalah amat susah untuk mengawal tindakan dan emosinya. Oleh sebab itu menahan amarah adalah salah satu sifat-sifat mukmin yang tertinggi kerana ia mencerminkan sejauh mana ia dapat menguasainya.

7. MENYATAKAN KEBENARAN DAN BERPEGANG DENGANNYA
Seorang mukmin haruslah menunjukkan kebenaran dan tidak takut pada jalan Allah terhadap celaan orang-orang yang mencela, kerana ia mengetahui dengan jelas pahala yang akan diperolehinya. Ia telah melawan hawa nafsunya dan memaksanya untuk mengatakan kebenaran tanpa melihat akibatnya.

Seorang mukmin berani untuk berbeza dengan orang-orang disekitarnya demi kebenaran bukan demi dirinya. Dengan dalil, ia tidak berusaha untuk memaksa pendapatnya diterima tanpa melihat keadaan yang tepat bagi pendapat ini. Akan tetapi ia tunduk pada orang yang menentangnyajika kebenaran tampak pada kata-katanya.

Seorang mukmin juga harus berpegang dengan kebenaran, maka ia tidak boleh fanatic terhadap seseorang atau mazhab dan bersama kebenaran dimanapun ia berada. Ia adalah neraca yang dengannya seluruh orang menimbang sebagaimana yang mereka katakana “kenalilah kebenaran, maka kamu akan kenal ahlinya”. Oleh sebab itu kamu melihatnya selalu terikat dengan prinsip-prinsip yang jauh dari ketergantungan terhadap seseorang.

MENUJU KEBAIKAN
1. LANGKAH-LANGKAH PENGUBATAN
Langkah pertama untuk pengubatan ini sebagaimana yang disebutkan oleh ulama tarbiyah dan doktor hati adalah merasakan besarnya masalah. Orang yang ingin melaksanakan pengubatan hendaklah mengenal hakikat penyakitnya dan hal itu tidak dapat wujud kecuali jika ia bergaul dengan dirinya seakan-akan ia adalah mukhatab dengan apa yang ada sebelumnya. Adapun jika ia menganggap bahawa dirinya jauh dari hal itu dan bahawa apa yang disebutkannya dalam lembaran-lembaran sebelumnya tentang keadaan kita bukanlah yang ia tuju, maka pengubatan itu tidak akan bermanfaat.

2. MENGAKUI NIKMAT ALLAH
Setiap orang dari kita hendaklah merasakan anugerah Allah atasnya dalam setiap kebaikan yang diterimanya. Tidak satu kebaikan pun yang datang kepada seorang hamba kecuali murni dari kurniaNya.

Janganlah seseorang menyangka bahawa apa yang telah dilakukannya, dikorbankannya dan diusahakannya membuatnya berhak mendapatkan nikmat. Bagaimana ini dapat terjadi sedang perbuatan hamba itu sendiri merupakan nikmat Allah untuknya.
3. MEMBENTUK KEPERIBADIAN
Jika kita tidak menyempurnakan tahap pengamatan terhadap nafsu dan keluar dari kekuatan kita kepada kekuatan Allah dan kekuasaanNya dan kita merasa keperluan yang sangat mendesak atas pertolongan Allah dan bantuanNnya setiap saat dari kehidupan kita dan kita menisbahkan setiap kebaikan yang kita terima kepada Allah, maka kita telah berpindah kepada langkah kedua iaitu pembangunan keperibadian.

Manusia memiliki akal dan hati serta nafsu. Hati adalah raja sedangkan akal, nafsu dan seluruh anggota tubuh adalah parajuritnya. Telah disebutkan juga bahawa hati ini memiliki telinga yang dengannya ia mendengar dan penglihatan yang dengannya ia melihat. Telinga ini mendengar suara akal dan mendengar suara nafsu. Jika suara akal lemah, maka suara nafsu akan menguasai telinga hati dan menambah pengaruhnya ketika mengambil keputusan.

4. PEMBENTUKAN AKAL
Pembangunan akal dan pembentukannya tidak dapat wujud kecuali dengan ilmu. Maka ilmulah yang mengembangkan akal dan mengangkat suaranya serta meluaskan pengetahuannya. Dengan ilmu seseorang mengenal penciptanya dan sifat-sifat sempurna yang hanya menjadi milikNya. Dengan ilmu ia mengetahui nafsu, kebodohan dan kezalimannya dan dengan ilmu ia mengetahui pintu masuk syaitan.

Ilmu yang membezakan antara sesuatu yang meragukan dan yang meyakinkan, yang batil dan benar, hidayah dan kesesatan. Maka dengannya diketahui hukum dan syariat, membezakan yang halal dengan yang haram dan dengannya silaturrahim disambung. Dengannya diketahui penyakit orang yang dikasihi dan dengan pengetahuan dan pengamatannya ia sampai kepadanya dalam waktu yang singkat. Akal adalah imam sedangkan amal adalah makmum. Ia adalah pemimpin dan amal adalah pengikut. Ia adalah teman dalam sendirian dan didalam kesunyian, pembuka sesuatu yang meragukan dan kekayaan yang tidak tertimpa kefakiran bagi orang yang mendapatkan simpanannya. .

WASIAT-WASIAT PARA PENDIDIK
Bagi orang yang ingin kebaikan hendaklah mengambil seorang pendidik yang dengannya ia dapat bangkit dan menarik tangannya serta berjalan bersamanya dijalan menuju Allah dengan menjelaskan kepadanya petunjuk-petunjuk jalan, memberi peringatan kepadanya dari ketergelinciran dan rintangannya.

1. Penindasan kemaksiatan memiliki akibat yang lebih selamat dari kezaliman ketaatan
Ibnu al-Qayyim berkata:”Amal soleh yang telah dikuasai oleh nafsu dan menjadi perajurit yang dengannya ia menzalimi. Maka kamu akan melihat hamba yang paling zuhud, lebih menghambakan diri dan lebih keras ijtihadnya menjadi orang yang paling jauh dari Allah. Bahkan orang-orang yang melakukan dosa besar masih lebih dekat kepada Allah dan keikhlasan daripada dia. ”

2. Pentingnya lemah lembut terhadap nafsu
Ibnu al-Jauzi berkata:”sesuatu yang paling menakjubkan adalah mujahadah an-nafsi kerana ia memerlukan perbuatan yang menakjubkan. Banyak kaum membebaskannya pada apa yang mereka sukai hingga menjerumuskan mereka pada apa yang mereka benci. Ada pula kaum yang berlebihan dalam menentangnya hingga mereka tidak memberikan haknya, menzaliminya dan kezaliman mereka terhadapnya mempengaruhi ibadah-ibadah mereka. Diantara mereka ada yang memperburuk makanannya hingga menimbulkan kelemahan badannya untuk melaksanakan kewajipannya.

PENUTUP
Bilakah datang pertolongan Allah? Apakah saat itu kita mengetahui jawapannya? Adakah kita yakin bahawa jika kita ingin merubah keadaan kaum muslimin dan mendirikan Negara islam, hendaklah terlebih dahulu kita merubah diri kita? Sudahkah kita mula memperbaiki diri, serta memohon pertolongan Allah atau kita sentiasa dalam kelalaian yang membuatkan kita melupakan Allah hingga kita melupakan permusuhan kita terhadap nafsu? Ketahuilah bahawa sunatullah tidak akan berubah. Jika keadaan kita berlanjutan seperti yang kita alami maka Allah akan mendatangkan kaum yang akan mendirikannya didalam diri mereka hingga Allah mendirikannya dengan mereka. Allah SWT berfirman: …Dan jika kamu berpaling nescaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini). ” (Muhammad: 38)

------------------------

Ustaz Abd Aziz bin Harjin
Pensyarah Tamadun Islam
Universiti Teknologi MARA Perlis
02600 Arau, Perlis
MALAYSIA

013-4006206
011-1070-4212
04-9882701
abdazizharjin@perlis.uitm.edu.my
https://www.facebook.com/abdaziz.harjin
http://abdazizharjin.blogspot.com

Tajuk: Manusia dan unsur kejadiannya (Bab 1: Pengenalan)

Bab 1: Pengenalan

1.1 Manusia dan unsur kejadiannya
Manusia berasal dari diri yang satu iaitu dari nabi Adam a.s. yang diciptakan terdiri daripada unsur bumi dan ditiupkan roh ke dalamnya.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Kemudian ia menyempurnakan kejadiannya, serta meniupkan padanya: roh ciptaanNya. dan ia mengurniakan kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta hati (akal fikiran), (supaya kamu bersyukur, tetapi) amatlah sedikit kamu bersyukur.(Surah al Sajdah: 9).

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: "Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaan) Ku, maka hendaklah kamu sujud kepadaNya.(Surah al Hijr: 29).

Berkenaan dengan penciptaan manusia ini dapat di fahami dari al Quran seperti firman Allah s.w.t.

Terjemahan: Sesungguhnya Kami telah aturkan cara mencipta manusia bermulanya dari air mani Yang bercampur (dari pati benih lelaki dan perempuan), serta Kami tetap mengujinya (dengan kewajipan-kewajipan); oleh itu maka Kami jadikan Dia berkeadaan mendengar dan Melihat.(Surah al Insan: 2).

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku. lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu Dengan daging. setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk Dia menjadi makhluk Yang lain sifat keadaannya. maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik-baik Pencipta.(Surah al Mukminun: 14).

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Wahai umat manusia, sekiranya kamu menaruh syak (ragu-ragu) tentang kebangkitan makhluk (hidup semula pada hari kiamat), maka (perhatilah kepada tingkatan kejadian manusia) kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging Yang disempurnakan kejadiannya dan Yang tidak disempurnakan; (Kami jadikan secara Yang demikian) kerana Kami hendak menerangkan kepada kamu (kekuasaan kami); dan Kami pula menetapkan Dalam kandungan rahim (ibu Yang mengandung itu) apa Yang Kami rancangkan hingga ke suatu masa Yang ditentukan lahirnya; kemudian Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; dan (dalam pada itu) ada di antara kamu Yang dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula Yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga ia tidak mengetahui lagi akan sesuatu Yang telah diketahuiNya dahulu. dan (ingatlah satu Bukti lagi); Engkau melihat bumi itu kering, kemudian apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya (dengan tumbuh-tumbuhan Yang merecup tumbuh), dan gembur membusutlah ia, serta ia pula menumbuhkan berjenis-jenis tanaman Yang indah permai.(Surah al Hajj: 5).

Sesungguhnya manusia tidak akan dapat mengetahui hakikat diri mereka sendiri sama ada dari segi penciptaan mereka ataupun tugas dan tanggung jawab mereka di muka bumi ini. Oleh itu bagi menjawab persoalan berkenaan maka al Quran telah menjelaskan dengan lengkap berkenaan asal usul kejadian manusia dan seterusnya dinyatakan dengan lengkap mengenai tugas dan tanggung jawab mereka di muka bumi ini.

Manusia pertama ialah Nabi Adam a.s yang diciptakan dari tanah kemudian diciptakan Hawa dari tulang rusuk adam sebagai isterinya. Hasil perkahwinan mereka maka lahirlah keturunan Adam a.s. yang disebut sebagai MANUSIA.

Kejadian Adam a.s.
Di dalam al Quran telah dinyatakan tentang unsur-unsur penciptaan manusia pertama iaitu Adam a.s. seperti:

1. Adam diciptakan dari air.
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan Dia lah Tuhan Yang menciptakan manusia dari air, lalu dijadikannya (mempunyai) titisan baka dan penalian keluarga (persemendaan); dan sememangnya Tuhanmu berkuasa (menciptakan apa jua Yang dikehendakiNya). (Surah al Furqan:54).

2. Adam diciptakan dari tanah. (al turab)
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Sesungguhnya Perbandingan (kejadian) Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti (kejadian) Nabi Adam. Allah telah menciptakan Adam dari tanah lalu berfirman kepadanya: "Jadilah engkau!" maka menjadilah ia.(Surah al ‘Imran: 59).

3. Adam diciptakan dari pati tanah. (al tin)
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari pati (yang berasal) dari tanah;(Surah al Mukminun: 12).

4. Adam diciptakan dari tanah liat.
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: (setelah nyata kekuasaan kami) maka Bertanyalah (Wahai Muhammad) kepada mereka (yang ingkarkan hidupnya semula orang-orang mati): Adakah diri mereka lebih sukar hendak diciptakan, atau makhluk-makhluk lain Yang Kami telah ciptakan? Sesungguhnya Kami telah mencipta mereka dari tanah liat (yang senang diubah dan diciptakan semula).(Surah al Saffat: 11).

5. Adam diciptakan dari tanah panas dan berbau.
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menciptakan manusia dari tanah liat Yang kering, Yang berasal dari tanah kental Yang berubah warna dan baunya.(Surah al Hijr: 28).

6. Adam diciptakan dari tanah tanah seperti tembikar.
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Ia menciptakan manusia (lembaga Adam) dari tanah liat kering seperti tembikar,(Surah al Rahman: 14).

7. Adam diciptakan dari tanah bumi.
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: (Iaitu) orang-orang Yang menjauhi dosa-dosa besar serta perbuatan-perbuatan Yang keji, kecuali salah silap Yang kecil-kecil (yang mereka terlanjur melakukannya, maka itu dimaafkan). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas keampunanNya. ia lebih mengetahui akan keadaan kamu semenjak ia mencipta kamu (berasal) dari tanah, dan semasa kamu berupa anak Yang sedang melalui berbagai peringkat kejadian Dalam perut ibu kamu; maka janganlah kamu memuji-muji diri kamu (bahawa kamu suci bersih dari dosa). Dia lah sahaja Yang lebih mengetahui akan orang-orang Yang bertaqwa.(Surah al Najm: 32).

8. Adam diciptakan dalam bentuk rupa.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: "Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaan) Ku, maka hendaklah kamu sujud kepadaNya.(Surah al Hijr: 29).

Kejadian Keturunan Adam.
Setelah kejadian Adam a.s. disempurnakan maka diikuti pula dengan penciptaan keturunan Adam a.s. iaitu manusia seperti yang terdapat di dalam al Quran;

1. Manusia dalam kandungan ibu
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: (Iaitu) orang-orang Yang menjauhi dosa-dosa besar serta perbuatan-perbuatan Yang keji, kecuali salah silap Yang kecil-kecil (yang mereka terlanjur melakukannya, maka itu dimaafkan). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas keampunanNya. ia lebih mengetahui akan keadaan kamu semenjak ia mencipta kamu (berasal) dari tanah, dan semasa kamu berupa anak Yang sedang melalui berbagai peringkat kejadian Dalam perut ibu kamu; maka janganlah kamu memuji-muji diri kamu (bahawa kamu suci bersih dari dosa). Dia lah sahaja Yang lebih mengetahui akan orang-orang Yang bertaqwa.(Surah al Najm: 32).

2. Manusia dijadikan dari pati air yang hina

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Kemudian ia menjadikan keturunan manusia itu dari sejenis pati, Iaitu dari air (benih) Yang sedikit dipandang orang;(Surah al Sajdah: 8).

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Bukankah Kami telah menciptakan kamu dari air (benih) Yang sedikit dipandang orang?(Surah al : 20).

3. Manusia diciptakan berperingkat.
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: "Padahal Sesungguhnya ia telah menciptakan kamu Dengan kejadian Yang berperingkat-peringkat?(Surah al Nuh: 14).

4. Manusia diciptakan di dalam kandungan ibu berperingkat-peringkat.
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Ia menciptakan kamu dari diri Yang satu (Adam), kemudian ia menjadikan daripadanya - isterinya (Hawa); dan ia mengadakan untuk kamu binatang-binatang ternak delapan ekor: (empat) pasangan (jantan dan betina). ia menciptakan kamu Dalam kandungan ibu kamu (berperingkat-peringkat) dari satu kejadian ke satu kejadian. Dalam tiga suasana Yang gelap-gelita. Yang demikian (kekuasaanNya) ialah Allah Tuhan kamu; bagiNyalah kekuasaan Yang mutlak; tiada Tuhan melainkan dia; oleh itu Bagaimana kamu dapat dipesongkan (dari mematuhi perintahNya)?(Surah al Zumar: 6).

5. Manusia diciptakan dari air mani.
Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Kemudian Kami ciptakan air benih itu menjadi sebuku darah beku. lalu Kami ciptakan darah beku itu menjadi seketul daging; kemudian Kami ciptakan daging itu menjadi beberapa tulang; kemudian Kami balut tulang-tulang itu Dengan daging. setelah sempurna kejadian itu Kami bentuk Dia menjadi makhluk Yang lain sifat keadaannya. maka nyatalah kelebihan dan ketinggian Allah sebaik-baik Pencipta.(Surah al Mukminun: 14).

Suatu yang paling utama dalam penciptaan manusia ialah peniupan roh ke dalam jasad hinggalah menjadi manusia yang sempurna.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: "Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaan) Ku, maka hendaklah kamu sujud kepadaNya.(Surah al Hijr: 29).

Setelah manusia sempurna ciptaannya maka badannya memerlukan keperluan makanan, pakaian dan tempat tinggal. Sementara rohnya memerlukan kepada iman, ibadah dan akhlak semuanya terdapat di dalam ajaran Islam.
1.2 Pengertian agama.

Agama boleh diertikan sebagai kebaktian, kepercayaan terhadap jiwa, kepercayaan terhadap tuhan, penerimaan wahyu dan pencarian keselamatan.

Agama pada umumnya manusia mengakui dalam agama adanya Yang Maha Suci, manusia menyedari bahawa ada sesuatu kekuasaan yang memungkinkan dan melebihi segala yang ada. Kekuasaan inilah yang dianggap sebagai asal segala yang wujud.

Pengkelasan Agama
a) Agama wahyu.
Agama yang menhendaki iman kepada keesaan Tuhan, beriman kepada rasul-rasulNya dan kepada kitab-kitabNya untuk disebarkan kepada seluruh umat manusia. Ajaran wahyu adalah jelas dan tegas. Ia memberikan arah dan jalan yang lengkap kepada penganutnya dari sudut rohaniah dan jasmaniah, dari sudut duniawi maupun ukhrawi.

b) Agama bukan wahyu.
Agama yang tidak memandang perlunya penyerahan diri manusia kepada peraturan tuhan. Ia lebih menekankan kepada kepatuhan kepada pemimpin agama itu. Manakala kitab suci mereka tidaklah menjadi rujukan utama dalam kehidupan mereka. Kefahaman isi kandungannya sangat kabur dan mengelirukan. Tidak seimbang antara kerohanian dan kejasmanian seperti Taoisme menekankan kepada aspek spiritual sementara Confusianisme lebih menekankan kepada aspek duniawi. (Munawwir, 1988).

Ciri-Ciri Agama Wahyu
Agama yang benar adalah agama wahyu iaitu agama Islam selain dari itu adalah agama yang tidak benar. Walaupun agama Nasrani dan Yahudi itu asalnya agama wahyu tetapi kini isi kandungannya telah diubah oleh penganutnya sendiri maka kesahihannya tidak ada lagi.

Agama yang sahih atau agama yang lurus adalah datangnya dari Allah s.w.t. Manusia tidak mampu memikir dan menciptanya kerana lemahnya akal fikiran manusia. Manusia hanya memiliki kemampuan untuk menyebarkan agama itu kepada sesama manusia dalam semua lapisan masyarakat.

Setiap pembawa agama iaitu rasul pada kebiasaannya adalah dilantik dari kalangan mereka yang mempunyai akhlak mulia yang mempunyai kecekalan hati yang tinggi dan berani menyatakan kenabiannya walaupun mendapat tentangan hebat dari kaumnya mereka tidak berputus asa menyiarkan agama setiap masa.

Ajaran yang dibawa oleh utusan itu selalunya bertentangan dengan fikiran dan amalan masyarakt semasa itu. Oleh itu mereka mendapat tentangan yang luar biasa.

Utusan itu biasanya diberikan mukjizat untuk melemahkan meraka guna meninggikan agama yang dibawa oleh utusan itu. Ajaran yang dibawa bermula dari penentangan akhirnya mendapat kejayaan sementara musuh-musuhnya akan musnah. Ini menunjukkan betapa benarnya ajaran yang dibawa oleh utusan itu. (Munawwar:1988)

1.3 Keperluan manusia kepada agama.

Walaupun manusia diciptakan dengan sebaik-baik kejadian namun mereka juga memiliki kekurangan dan kelemahan. Dengan sebab itu tidak hairanlah jika mereka mengeluarkan idea atau pendapat sering mendapat tentangan dari orang lain lebih-lebih lagi menyentuh persoalan nilai, hukum, peraturan hidup dan sebagainya. Masing-masing akan mengemukan dan menyokong pandangan sendiri.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dengan Yang demikian, Adakah orang orang (yang beriman dan taat) Yang keadaannya sentiasa berdasarkan Bukti Yang nyata dari Tuhannya: sama seperti orang-orang (yang ingkar - derhaka) Yang telah diperhiaskan kepadanya (oleh Syaitan) akan kejahatan amalnya (sehingga dipandangnya baik), dan Yang telah menurut hawa nafsunya? (sudah tentu tidak sama)!(Surah Muhammad: 14).

Oleh itu manusia memerlukan suatu petunjuk atau hidayah dari Allah s.w.t. selaku penciptanya. Nilai-nilai atau peraturan hidup yang benar hanya Allah s.w.t. sahaja yang lebih mengetahui yang sesuai diamal dan dihayati oleh semua manusia ciptaanNya. Manusia hanyalah perlu berpegang teguh kepada perintah yang telah ditetapkan oleh Allah s.w.t. Dengan cara itu tidak akan ada lagi percanggahan idea.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Patutkah mereka (bersikap demikian), tidak mahu memikirkan isi Al-Quran? kalaulah Al-Quran itu (datangnya) bukan dari sisi Allah, nescaya mereka akan dapati perselisihan Yang banyak di dalamnya.(Surah al Nisa’: 82).

Segala idea-idea manusia adalah bersifat subjektif, relatif, terbuka dan tidak mutlak sedangakan wahyu Allah s.w.t. adalah bersifat mutlak dan tidak boleh tanding oleh mana-mana idea. Oleh itu manusia wajib tunduk dan patuh kepada perintah Allah s.w.t. tanpa bantahan kerana perintah Allah s.w.t. adalah bersifat mutlak.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan sekalian makhluk Yang ada di langit dan di bumi adalah hak kepunyaanNya, masing-masing tetap tunduk kepada hukum peraturanNya.(Surah al Rum: 26).

Menurut Mustafa al Maraghi dalam tafsir al Maraghi dalam menafsirkan makna hidayah telah membahagikan hidayah itu kepada lima peringkat iaitu:
1. Hidayah Ilhami iaitu melakukan sesuatu tanpa perlu diajar.
2. Hidayah al Hawasi iaitu manusia mula dapat membezakan antara yang baik dengan yang buruk tetapi masih bersifat samar-samar seperti melihat objek yang bengkok apabila suatu objek diletakkan di dalam air jernih.
3. Hidayah al ‘Aqli iaitu manusia dapat berfikir melebihi makhluk lain sehingga bertuhankan kepada akal. Maka lahirlah berbagai-bagai ideologi yang akhirnya membawa kepada peperangan ideologi.
4. Hidayah al Din iaitu petunjuk wahyu dari Allah s.w.t. Akal yang diimbang dengan wahyu maka wujudlah keamanan, kedamaian dan kebahagian dunia dan akhirat.
5. Hidayah al tufiqi iaitu hanya menerima petunjuk Allah s.w.t.

Di dalam al Quran telah menyatakan kepada mereka yang telah buta mata hati mereka walaupun mata kepala mereka tidak buta. Ini disebabkan mereka lebih gemar menurut hawa nafsu mereka.

Terjemahan: (dengan sebab keingkaran mereka), Allah mematerikan atas hati mereka serta pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutupnya; dan bagi mereka pula disediakan azab seksa Yang amat besar.(Surah al Baqarah: 7).

Iaitu orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehat pun tidak akan berkesan pada hatinya. Maksudnya mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al Quran yang mereka dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.

------------------------

Ustaz Abd Aziz bin Harjin
Pensyarah Tamadun Islam
Universiti Teknologi MARA Perlis
02600 Arau, Perlis
MALAYSIA

013-4006206
011-1070-4212
04-9882701
abdazizharjin@perlis.uitm.edu.my
https://www.facebook.com/abdaziz.harjin
http://abdazizharjin.blogspot.com

Tajuk: Pengertian Islam (Bab 2: Pengertian Islam)

Bab 2: Pengertian Islam

2.1 Bahasa
Perkataan “Islam” adalah berasal dari kata dasar “aslama” “yuslimu” “islam”. Dari sudut bahasa “Islam” mempunyai beberapa makna:

Islam ertinya menyerah diri iaitu hanya berserah kepada kehendak Allah s.w.t. Oleh sebab itu hati seorang Muslim sentiasa berserah kepada Allah s.w.t. sama ada penyerahan diri dalam bentuk perintah suruhan ataupun laranganNya.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Patutkah sesudah (mengakui dan menerima perjanjian) itu, mereka mencari lain dari ugama Allah? padahal kepadaNyalah tunduk taat sekalian makhluk Yang ada di langit dan di bumi, sama ada Dengan sukarela ataupun terpaksa, dan kepadanya lah mereka dikembalikan.(Surah ali ‘Imran: 83).

Islam ertinya damai iaitu berdamai sesama manusia. Islam adalah agama yang menyeru kepada manusia hidup dalam keadaan aman damai saling hormat menghormati sesama insan.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan jika mereka (pihak musuh) cenderung kepada perdamaian, maka Engkau juga hendaklah cenderung kepadanya serta bertawakalah kepada Allah. Sesungguhnya ia Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui.(Surah al Anfal: 61).

Islam ertinya selamat iaitu mencapai keselamatan di dunia dan akhirat. Apabila seseorang itu melaksanakan perintah Allah s.w.t. maka mereka akan selamat.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: ….pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu ugama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi ugama untuk kamu….(Surah al Maidah: 3).

Islam juga membawa erti ikhlas iaitu mengikhlaskan diri kepada Allah s.w.t.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan tidak ada Yang lebih baik ugamanya daripada orang Yang menyerahkan dirinya kepada Allah (dengan ikhlas), sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan, dan ia pula mengikut ugama Nabi Ibrahim Yang lurus (yang tetap di atas dasar tauhid); dan (kerana itulah) Allah menjadikan Nabi Ibrahim kesayanganNya.(Surah al : 125).

Di dalam al Quran Allah s.w.t. mengingatkan kembali berkenaan dengan pengakaun nabi-nabi terdahulu mengenai kepatuhan mereka keapda Allah s.w.t. seperti Nabi Nuh a.s. berkata:

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: "Oleh itu, jika kamu berpaling membelakangkan peringatanku, maka tidaklah menjadi hal kepadaku, kerana Aku tidak meminta sebarang balasan daripada kamu (mengenai ajaran ugama Allah Yang Aku sampaikan itu); balasanKu hanyalah dari Allah semata-mata (sama ada kamu beriman ataupun kamu ingkar); dan Aku pula diperintahkan supaya menjadi dari orang-orang Islam (yang berserah diri bulat-bulat kepada Allah)".(Surah Yunus: 72).

Ketika Nabi Ibrahim a.s. menyerah dirinya keapada Allah s.w.t. sebagai mana firman Allah s.w.t.

Terjemahan: Tidak ada orang Yang membenci ugama Nabi Ibrahim selain dari orang Yang membodohkan dirinya sendiri, kerana Sesungguhnya Kami telah memilih Ibrahim (menjadi nabi) di dunia ini; dan Sesungguhnya ia pada hari akhirat kelak tetaplah dari orang-orang Yang soleh Yang (tertinggi martabatnya). (ingatlah) ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Serahkanlah diri (kepadaKu Wahai Ibrahim)!" Nabi Ibrahim menjawab: "Aku serahkan diri (tunduk taat) kepada Tuhan Yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam".(Surah al Baqarah: 130-131).

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Bukanlah Nabi Ibrahim itu seorang pemeluk ugama Yahudi, dan bukanlah ia seorang pemeluk ugama Kristian, tetapi ia seorang Yang tetap di atas dasar Tauhid sebagai seorang Muslim (yang taat dan berserah bulat-bulat kepada Allah), dan ia pula bukanlah dari orang-orang musyrik.(Surah ali ‘Imran: 67).

Nabi Yusuf a.s. menyerahkan dirinya kepada Allah s.w.t. sebagaimana firman Allah s.w.t.

Terjemahan: "Wahai Tuhanku! Sesungguhnya Engkau telah mengurniakan daku sebahagian dari kekuasaan (pemerintahan) dan mengajarku sebahagian dari ilmu tafsiran mimpi. Wahai Tuhan Yang menciptakan langit dan bumi Engkau Penguasa dan pelindungku di dunia dan di akhirat; sempurnakanlah ajalku (ketika mati) Dalam keadaan Islam, dan hubungkanlah daku Dengan orang-orang Yang soleh".(Surah Yusuf: 101).

Begitulah juga dengan Nabi Musa a.s. yang menyeru kaumnya supaya penyerahan dirinya kepada Allah s.w.t. seperti firman Allah s.w.t.

Terjemahan: Dan Nabi Musa pula berkata (kepada kaumnya): "Wahai kaumku! kalau sungguh kamu beriman kepada Allah, maka hendaklah kamu berserah diri kepadaNya, jika betul kamu orang-orang Islam (yang berserah diri bulat-bulat kepada Allah)".(Surah Yunus: 84).

Seterusnya Nabi Isa a.s. mengajak kaumnya supaya sentiasa menjadi seorang muslim seperti firman Allah s.w.t.

Terjemahan: Maka ketika Nabi Isa merasa (serta mengetahui Dengan yakin) akan kekufuran dari mereka (kaum Yahudi), berkatalah ia:" siapakah penolong-penolongku (dalam perjalananku) kepada Allah (dengan menegakkan ugamaNya)?". orang-orang "Hawariyyuun" (Penyokong-penyokong Nabi Isa) berkata: "Kamilah penolong-penolong (utusan) Allah. Kami telah beriman kepada Allah, dan saksikanlah (Wahai Nabi Allah) Sesungguhnya Kami ialah orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah).(Surah ali ‘Imran: 52).

Nabi Muhammad s.a.w sebagai penutu nabi-nabi dan rasul-rasul Allah s.w.t. telah berfirman:

Terjemahan: ….dan Aku telah redakan Islam itu menjadi ugama untuk kamu…. (Surah al Maidah: 3).


2.2 Istilah.

Para ulama telah memberi pengertian “Islam” adalah seperti berikut:

1. Syahadah.
Iaitu pengakuan bahawa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah dan pengakuan bahawa Muhammad adalah hambaNya dan rasulullah-Nya, menunaikan sembahyang, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan mengerjakan haji ke Baitullah sekiranya mampu.

Definisi ini berdasarkan kepada jawapan Rasulullah s.a.w. apabila baginda ditanya oleh Jibril mengenai pengertian Islam.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Pada suatu hari, ketika Rasulullah s.a.w berada bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki kemudian bertanya kepada baginda: Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksudkan dengan Iman? Lalu baginda bersabda: Kamu hendaklah percaya iaitu beriman kepada Allah, para Malaikat, semua Kitab yang diturunkan, hari pertemuan denganNya, para Rasul dan percaya kepada Hari Kebangkitan. Kemudian lelaki tersebut bertanya lagi: Wahai Rasulullah! Apakah makna Ihsan? Rasulullah s.a.w bersabda: Engkau hendaklah beribadat kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya, sekiranya engkau tidak melihatNya, maka ketahuilah bahawa Dia sentiasa memerhatikanmu. Lelaki tersebut bertanya lagi: Wahai Rasulullah! Bilakah Hari Kiamat akan berlaku? Rasulullah s.a.w bersabda: Sememangnya orang yang bertanyakannya lebih mengetahui dariku. Walau bagaimanapun aku akan ceritakan kepadamu mengenai tanda-tandanya. Apabila seseorang hamba melahirkan majikannya maka itu adalah sebahagian dari tandanya. Seterusnya apabila seorang miskin menjadi pemimpin masyarakat, itu juga sebahagian dari tandanya. Selain dari itu apabila masyarakat yang pada asalnya pengembala kambing mampu bersaing dalam menghiasi bangunan-bangunan mereka, maka itu juga dikira tanda akan berlakunya Kiamat. Hanya lima perkara itulah sahaja sebahagian dari tanda-tanda yang diketahui dan selain dari itu Allah sahaja Yang Maha Mengetahuinya. Kemudian Rasulullah s.a.w membaca Surah Luqman ayat 34 Yang bermaksud: Sesungguhnya Allah lebih mengetahui bilakah akan berlaku Hari Kiamat, di samping itu Dialah juga yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim ibu yang mengandung. Tiada seorang pun yang mengetahui apakah yang akan diusahakannya pada keesokan hari iaitu samada baik atau jahat dan tiada seorang pun yang mengetahui di manakah dia akan menemui ajalnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Amat Meliputi pengetahuanNya. Kemudian lelaki tersebut beredar dari situ. Rasulullah s.a.w terus bersabda kepada sahabatnya: Sila panggil orang itu kembali. Lalu para sahabat berkejar ke arah lelaki tersebut untuk memanggilnya kembali tetapi mereka dapati lelaki tersebut telah hilang. Lantas Rasulullah s.a.w bersabda: Lelaki tadi ialah Jibril a.s. Kedatangannya adalah untuk mengajar manusia tentang agama mereka (Hadith Muttafaq ‘Alaih).

Sabda Rasulullah ini juga membawa maksud bahawa Islam adalah mentauhidkan Allah, tunduk, patuh, dan ikhlas kepada Allah serta beriman dengan dasar-dasar yang telah ditetapkan olehNya.

2. Kepatuhan
Ketundukan, ketaatan dan penyerahan diri dengan penuh keikhlasan, dengan sukarela bukan secara terpaksa kepada Allah s.w.t. dalam seluruh aspek kehidupan. Merangkumi jasmani dan rohani, akal dan perasaan. Meliputi aspek aqidah, syariat dan akhlak.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Patutkah sesudah (mengakui dan menerima perjanjian) itu, mereka mencari lain dari ugama Allah? padahal kepadaNyalah tunduk taat sekalian makhluk Yang ada di langit dan di bumi, sama ada Dengan sukarela ataupun terpaksa, dan kepadanya lah mereka dikembalikan.(Surah ali ‘Imran: 83).

3. Arah Tujuan
Islam merupakan jawapan kepada tiga persoalan penting yang dihadapi oleh manusia, iaitu: Dari mana manusia datang, mengapa manusia datang dan ke mana kesudahan manusia?

Hanya Islam sahaja yang mampu menjawab persoalan-persoalan ini dengan memberi jawapan yang menepati fitrah akal manusia. Antara jawapan kepada persoalan "dari mana manusia datang" ialah firman Allah s.w.t.

Terjemahan: Wahai umat manusia, sekiranya kamu menaruh syak (ragu-ragu) tentang kebangkitan makhluk (hidup semula pada hari kiamat), maka (perhatilah kepada tingkatan kejadian manusia) kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging Yang disempurnakan kejadiannya dan Yang tidak disempurnakan; (Kami jadikan secara Yang demikian) kerana Kami hendak menerangkan kepada kamu (kekuasaan kami); dan Kami pula menetapkan Dalam kandungan rahim (ibu Yang mengandung itu) apa Yang Kami rancangkan hingga ke suatu masa Yang ditentukan lahirnya; kemudian Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; dan (dalam pada itu) ada di antara kamu Yang dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula Yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga ia tidak mengetahui lagi akan sesuatu Yang telah diketahuiNya dahulu. dan (ingatlah satu Bukti lagi); Engkau melihat bumi itu kering, kemudian apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya (dengan tumbuh-tumbuhan Yang merecup tumbuh), dan gembur membusutlah ia, serta ia pula menumbuhkan berjenis-jenis tanaman Yang indah permai. (Surah al Hajj: 5).

4. Hidayah
Islam ialah ruh yang hakiki, cahaya petunjuk yang abadi dalam kehidupan, ubat yang paling mujarab bagi penyakit dan jalan lurus yang selamat bagi manusia yang melaluinya.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan Kami turunkan Dengan beransur-ansur dari Al-Quran Aya-ayat suci Yang menjadi ubat penawar dan rahmat bagi orang-orang Yang beriman kepadanya; dan (sebaliknya) Al-Quran tidak menambahkan orang-orang Yang zalim (disebabkan keingkaran mereka) melainkan kerugian jua.(Surah al Isra’: 82).

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan sesiapa Yang berserah diri bulat-bulat kepada Allah (dengan ikhlas) sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan, maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpulan (tali ugama) Yang teguh dan (ingatlah) kepada Allah jualah kesudahan Segala urusan.(Surah Luqman: 22).

5. Sistem hidup
Peraturan hidup (way of life) yang bersifat asas atau tunjang yang mengatur hidup dan kehidupan manusia dan menjadi dasar akhlak mulia serta disampaikan oleh nabi Muhammad s.a.w. untuk menjadi panduan seluruh umat manusia.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan Kami turunkan kepadamu (Wahai Muhammad) Kitab (Al-Quran) Dengan membawa kebenaran, untuk mengesahkan benarnya Kitab-kitab suci Yang telah diturunkan sebelumnya dan untuk memelihara serta mengawasinya. maka jalankanlah hukum di antara mereka (Ahli Kitab) itu Dengan apa Yang telah diturunkan oleh Allah (kepadamu), dan janganlah Engkau mengikut kehendak hawa nafsu mereka (dengan menyeleweng) dari apa Yang telah datang kepadamu dari kebenaran. bagi tiap-tiap umat Yang ada di antara kamu, Kami jadikan (tetapkan) suatu syariat dan jalan ugama (yang wajib diikuti oleh masing-masing). dan kalau Allah menghendaki nescaya ia menjadikan kamu satu umat (yang bersatu Dalam ugama Yang satu), tetapi ia hendak menguji kamu (dalam menjalankan) apa Yang telah disampaikan kepada kamu. oleh itu berlumba-lumbalah kamu membuat kebaikan (beriman dan beramal soleh). kepada Allah jualah tempat kembali kamu semuanya, maka ia akan memberitahu kamu apa Yang kamu berselisihan padanya.(Surah al Maidah: 48).

2.3 Islam sebagai ad-Din.

Al Quran menjelaskan bahawa manusia merupakan makhluk Allah s.w.t. yang mulia dan sempuma serta indah kejadiannya.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia Dalam bentuk Yang sebaik-baiknya (dan berkelengkapan sesuai Dengan keadaannya). (Surah al Tin: 4).

Terjemahan: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu Dengan berkata): "Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang Yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami sentiasa bertasbih Dengan memujiMu dan mensucikanMu?". Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa Yang kamu tidak mengetahuinya".(Surah al Baqarah: 30).

Al Quran juga menjelaskan hanya agama atau cara hidup Islam sahaja diterima oleh Allah s.w.t.

Terjemahan: Sesungguhnya ugama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam. dan orang-orang (Yahudi dan Nasrani) Yang diberikan Kitab itu tidak berselisih (mengenai ugama Islam dan enggan menerimanya) melainkan setelah sampai kepada mereka pengetahuan Yang sah tentang kebenarannya; (perselisihan itu pula) semata-mata kerana hasad dengki Yang ada Dalam kalangan mereka. dan (ingatlah), sesiapa Yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah, maka Sesungguhnya Allah amat segera hitungan hisabNya.(Surah ali ‘Imran: 19).

Begitu juga dalam surah ali ‘Imran ayat 85:
Terjemahan: Dan sesiapa Yang mencari ugama selain ugama Islam, maka tidak akan diterima daripadanya, dan ia pada hari akhirat kelak dari orang-orang Yang rugi.(Surah ali ‘Imran: 85).

Terjemahan: Dia lah Yang telah mengutus RasulNya (Muhammad) Dengan membawa petunjuk dan ugama Yang benar (ugama Islam), untuk dimenangkan dan ditinggikanNya atas Segala ugama Yang lain, Walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.(Surah al Taubah: 33).
Agama Islam membimbing umatnya dalam segenap aspek kehidupan untuk kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat. Islam bukan hanya upacara-upacara tertentu malah ia terlibat dalam semua aktiviti harian hingga tidak terkecuali sesuatu pun.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Wahai orang-orang Yang beriman! masuklah kamu ke Dalam ugama Islam (dengan mematuhi) Segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; Sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu Yang terang nyata.(Surah al Baqarah: 208).

Ayat di atas menjelaskan berkenaan Allah s.w.t. memerintahkan supaya umat Islam hendaklah tunduk dan patuh perintahNya dalam semua aspak kehidupan dan jangan sekali-kali menurut hawa nafsu dalam kehidupan serta membelakangkan perintah Allah s.w.t.

1. Zikrullah (mengingati Allah s.w.t.)
Seseorang muslim yang menjadikan Islam sebagai cara hidupnya akan sentiasa mengingati Allah s.w.t. dalam kehidupan hariannya.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan sembahyang, maka hendaklah kamu menyebut dan mengingati Allah semasa kamu berdiri atau duduk, dan semasa kamu berbaring. kemudian apabila kamu telah merasa tenteram (berada Dalam keadaan aman) maka dirikanlah sembahyang itu (dengan sempurna sebagaimana biasa). Sesungguhnya sembahyang itu adalah satu ketetapan Yang Diwajibkan atas orang-orang Yang beriman, Yang tertentu waktunya.(Surah al Nisa’: 103).

2. Khalifah (kepimpinan)
Yang dimaksud dengan menjadikan manusia sebagai khalifah ialah menjadikan manusia berkuasa di bumi. Mereka diberi tugas dan tanggung jawab tertentu untuk mentadibir alam ini mengikut hukum dan perintah Allah s.w.t.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi". mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu Dengan berkata): "Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang Yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami sentiasa bertasbih Dengan memujiMu dan mensucikanMu?". Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa Yang kamu tidak mengetahuinya".(Surah al Baqarah: 30).

Terjemahan: Dia lah Yang menjadikan kamu orang-orang Yang berkuasa (khalifah) di muka bumi silih berganti; oleh itu sesiapa Yang kufur ingkar maka balasan kufurnya itu akan menimpa dirinya sendiri; dan orang-orang Yang kafir, kufurnya tidak menambahkan mereka di sisi Tuhan mereka melainkan kemurkaan dan kehinaan; dan juga orang-orang Yang kafir itu, kufurnya tidak menambahkan mereka melainkan kerugian jua.(Surah Fatir : 39).

3. Zikrul maut (mengingati kematian)
Seorang muslim yang menjadikan Islam sebagai cara hidup sentiasa memikirkan tentang kehidupannya setelah kematian. Mereka berusaha memperbanyakkan bekalan untuk hari akhirat dengan berbakti kepada Allah s.w.t.

Terjemahan: Sesiapa Yang beramal soleh, dari lelaki atau perempuan, sedang ia beriman, maka Sesungguhnya Kami akan menghidupkan Dia Dengan kehidupan Yang baik; dan Sesungguhnya Kami akan membalas mereka, Dengan memberikan pahala Yang lebih dari apa Yang mereka telah kerjakan.(Surah al Nahl: 97).

4. Syukur
Seorang muslim yang benar-benar menjadikan Islam sebagai cara hidup ialah mereka sentiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah s.w.t. kepada mereka.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan Sesungguhnya Kami telah memberi kepada Luqman, hikmat kebijaksanaan, (serta Kami perintahkan kepadanya): bersyukurlah kepada Allah (akan Segala nikmatNya kepadaMu)". dan sesiapa Yang bersyukur maka faedahnya itu hanyalah terpulang kepada dirinya sendiri, dan sesiapa Yang tidak bersyukur (maka tidaklah menjadi hal kepada Allah), kerana Sesungguhnya Allah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.(Surah Luqman: 12).

Allah s.w.t. memerintahkan kepada manusia supaya sentiasa bersyukur atas segala pemberianNya.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan jika kamu menghitung nikmat Allah (yang dilimpahkanNya kepada kamu), tiadalah kamu akan dapat menghitungnya satu persatu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.(Surah al Nahl: 18).

5. Berdisiplin
Islam mengajar umat Islam sentiasa berdisiplin. Allah s.w.t. telah menetapkan hukum atau peraturan yang wajib diikuti. Mereka yang menjadikan Islam sebagai cara hidup akan sentisa mengikut peraturan itu menjadikan mereka seorang yang berdisiplin.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Kesudahannya Kami jadikan Engkau (Wahai Muhammad dan utuskan engkau) menjalankan satu syariat (yang cukup lengkap) dari hukum-hukum ugama; maka Turutlah syariat itu, dan janganlah Engkau menurut hawa nafsu orang-orang Yang tidak mengetahui (perkara Yang benar).(Surah al Jathiah: 18).

6. Akhlak (budipekerti)
Seorang muslim yang soleh ialah sentiasa menjaga akhlak dan tingkah laku mereka. Akhlak yang dimaksudkan ini adalah akhlak nabi s.a.w. kerana Allah s.w.t. telah menjamin Rasulullah s.a.w. mempunyai akhlak yang cukup agong.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan Bahawa Sesungguhnya Engkau mempunyai akhlak Yang amat mulia.(Surah al Qalam: 4).
Firman Allah s.w.t.

Terjemahan: Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan Yang baik, Iaitu bagi orang Yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta ia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang)(Surah al Ahzab: 21).

7. Taqwa (takut dan cintakan Allah)
Islam mengajar penganutnya agar sentiasa bertakwa kepada Allah s.w.t. dalam segala hal dan keadaan. Mereka yang bertakwa akan terlepas dari pengaruh syaitan. Orang yang bertakwa sentiasa melakukan amar makruf dan nahi munkar dan sentiasa menegakkan hukum Allah s.w.t. dalam diri, keluarga, masyarakat dan negara.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Wahai Nabi! tetaplah bertaqwa kepada Allah, dan janganlah Engkau patuhi kehendak orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. (Surah al Ahzab: 1).

8. Keadilah
Islah mengatur kehidupan umatnya supaya sentiasa berlaku adil dalam segala hal. Islam melarang sama sekali melakukan kezaliman sesama insan.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Wahai orang-orang Yang beriman, hendaklah kamu semua sentiasa menjadi orang-orang Yang menegakkan keadilan kerana Allah, lagi menerangkan kebenaran; dan jangan sekali-kali kebencian kamu terhadap sesuatu kaum itu mendorong kamu kepada tidak melakukan keadilan. hendaklah kamu berlaku adil (kepada sesiapa jua) kerana sikap adil itu lebih hampir kepada taqwa. dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui Dengan mendalam akan apa Yang kamu lakukan.(Surah al Maidah: 8).

9. Wasatiah (kesederhanaan)
Islam mengajar umatnya supaya sentiasa bersederhana dalam kehidupan dari semua aspek kehidupan seperti dalam pakaian, makanan, tempat tinggal, kenderaan dan sebagainya.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Wahai anak-anak Adam! Pakailah pakaian kamu Yang indah berhias pada tiap-tiap kali kamu ke tempat Ibadat (atau mengerjakan sembahyang), dan makanlah serta minumlah, dan jangan pula kamu melampau; Sesungguhnya Allah tidak suka akan orang-orang Yang melampaui batas.(Surah al A’raf: 31).

Demikianlah Allah s.w.t. ingin menghancurkan sesebuah negara diberikan kemewahan yang berlebih-lebihan kemudian penduduknya hidup bermewah-mewah dan melakukan maksiat makan Allah s.w.t. akan menurunkan kebinasaan.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan apabila sampai tempoh Kami hendak membinasakan penduduk sesebuah negeri, Kami perintahkan (lebih dahulu) orang-orang Yang melampau Dengan kemewahan di antara mereka (supaya taat), lalu mereka menderhaka dan melakukan maksiat padanya; maka berhaklah negeri itu dibinasakan, lalu Kami menghancurkannya sehancur-hancurnya.(Surah al Isra’: 16).

10. Bertanggung jawab
Islam mendidik umatnya sentiasa memikul tanggung jawab terhadap diri, keluarga dan seterusnya masyarakat.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Wahai orang-orang Yang beriman! peliharalah diri kamu dan keluarga kamu dari neraka Yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu (berhala); neraka itu dijaga dan dikawal oleh malaikat-malaikat Yang keras kasar (layanannya); mereka tidak menderhaka kepada Allah Dalam Segala Yang diperintahkanNya kepada mereka, dan mereka pula tetap melakukan Segala Yang diperintahkan.(Surah al Tahrim: 6).

11. Berilmu pengetahuan
Islam mengajak umat Islam supaya menyintai ilmu pengetahuan. Mereka diwajibkan mempelajari ilmu pengetahuan agama. Tiada ada jalan lain yang boleh menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat melainkan dengan adanya ilmu pegetahuan yang mencukupi. Dengan ilmu itu mereka dapat meningkatkan keimanan dan amalan mereka.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: ….Allah meninggikan darjat orang-orang Yang beriman di antara kamu, dan orang-orang Yang diberi ilmu pengetahuan ugama (dari kalangan kamu) - beberapa darjat. dan (ingatlah), Allah Maha mendalam pengetahuannya tentang apa Yang kamu lakukan.(Surah al Mujaadilah: 11).

Firman Allah s.w.t.

Terjemahan: Allah menerangkan (kepada sekalian makhlukNya Dengan dalil-dalil dan bukti), bahawasanya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang sentiasa mentadbirkan (seluruh alam) Dengan keadilan, dan malaikat-malaikat serta orang-orang Yang berilmu (mengakui dan menegaskan juga Yang demikian); tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.(Surah ali ‘Imran: 18).

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan misal-misal Perbandingan Yang demikian itu Kami kemukakan kepada umat manusia, dan hanya orang-orang Yang berilmu Yang dapat memahaminya.(Surah al Ankabut: 43).

12. Doa
Islam mengajar umatnya supaya sentiasa berdoa kepada Allah s.w.t. dalam segala hal dan keadaan. Mereka yang menjadikan Islam sebagai cara hidup sentiasa berdaoa. Berdoa ketika bangun dari tidur. Berdoa ketika makan dan minum. Berdoa ketika memulakan perjalanan seperti firman Allah s.w.t.

Terjemahan: …. Maha suci Tuhan Yang telah memudahkan kenderaan ini untuk kami, sedang Kami sebelum itu tidak terdaya menguasainya -(Surah al Zukhruf: 13).

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.(Surah al Mu’min: 60).

Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku. Orang-orang yang tidak mahu berdoa kepada Allah s.w.t. dianggap sebagai sombong kepada Allah s.w.t. Oleh itu orang yang beriman akan sentiasa berdoa kepada Allah s.w.t. dalam segala hal. Hingga berdoa itu menjadi budaya atau cara hidup orang Muslim.

2.4 Penyelewengan ajaran Islam.

Islam merupakan agama lengkap dan sempurna namun syaitan berusaha bersungguh-sungguh supaya manusia keluar dari ajaran Islam dan menyesatkan mereka jauh dari kebenaran.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: "Bukankah Aku telah perintahkan kamu Wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan menyembah Syaitan? Sesungguhnya ia musuh Yang nyata terhadap kamu!(Surah Yasin: 60).

Hasil dari bisikan syaitan ini maka lahirlah berbagai ideologi dan fahaman manusia yang semuanya menyesatkan mereka seperti fasik, zalim, kafir, murtad, zindiq dan sebagainya.

1. Kufur
Seseorang itu menjadi kufur apabila melakukan keingkaran kepada Allah s.w.t. dalam keadaan sedar. Jika mereka tidak menyedari tidaklah dianggap sebagai kufur. Orang-orang Yahudi yang sudah mengetahui kelahiran Rasulullah s.a.w. melalui kitab Taurat sengaja menafikan kerasulan nabi Muhammad s.a.w. itu maka itulah yang dinamakan kufur.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan ketika datang kepada mereka sebuah Kitab dari Allah (Al Quran), Yang mengesahkan apa Yang ada pada mereka (Kitab Taurat), sedang mereka sebelum itu sentiasa memohon (kepada Allah) kemenangan atas kaum kafir musyrik (dengan kedatangan seorang Nabi pembawa Kitab itu). setelah datang kepada mereka apa Yang mereka sedia mengetahui kebenarannya (Nabi Muhammad dan Al Quran), mereka mengingkarinya; maka (dengan Yang demikian), laknat Allah menimpa orang-orang Yang kafir ingkar itu.(Surah al Baqarah: 89).

Berkenaan ayat di atas ada diterangkan oleh sebuah kisah bahwa kaum Yahudi minta pertolongan untuk mengalahkan kaum Aus dan kaum Khazraj dengan memakai nama Rasulullah SAW sebelum beliau diutus menjadi Rasul. Akan tetapi setelah Allah mengutus Rasul dari bangsa Arab, mereka kufur kepadanya. Dan mereka ingkari apa yang mereka katakan tentang Nabi SAW. Maka berkatalah Muadz bin Jabal, Bisyrubnul Barra dan Dawud bin Salamah kepada mereka: "Wahai kaum Yahudi! Takutlah kamu kepada Allah dan masuk Islamlah kamu, karena kamu telah minta pertolongan kepada Allah memakai nama Muhammad untuk mengalahkan kami, di saat kami termasuk kaum Musyrikin. Kamu memberi kabar kepada kami bahwa sesungguhnya ia (Muhammad) akan diutus dan kamu mengemukakan sifat-sifat Muhammad dengan sifat-sifat yang ada padanya itu." Maka berkatalah Salam bin Masykam salah seorang dari bani Nadlir: "Dia tidak memenuhi sifat-sifat yang kami kenal, dan dia bukan yang kami terangkan kepadamu." Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2: 89) berkenaan dengan peristiwa di atas.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa'id atau 'Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

2. Riddah
Riddah ertinya kembali kepada agama asal. Mereka yang kembali kepada agama asal atau keluar dari agama Islam maka dianggap murtad kecuali mereka yang dipaksa.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Sesiapa Yang kufur kepada Allah sesudah ia beriman (maka baginya kemurkaan dan azab dari Allah), kecuali orang Yang dipaksa (melakukan kufur) sedang hatinya tenang tenteram Dengan iman; akan tetapi sesiapa Yang terbuka hatinya menerima kufur maka atas mereka tertimpa kemurkaan dari Allah, dan mereka pula beroleh azab Yang besar.(Surah al Nahl: 106).

Firman Allah s.w.t.

Terjemahan: Wahai orang-orang Yang beriman! sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari ugamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum Yang ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan dia; mereka pula bersifat lemah-lembut terhadap orang-orang Yang beriman dan berlaku tegas gagah terhadap orang-orang kafir, mereka berjuang Dengan bersungguh-sungguh pada jalan Allah, dan mereka tidak takut kepada celaan orang Yang mencela. Yang demikian itu adalah limpah kurnia Allah Yang diberikanNya kepada sesiapa Yang dikehendakiNya; kerana Allah Maha Luas limpah kurniaNya, lagi meliputi pengetahuanNya.(Surah al Maidah: 54).

3. Syirik
Syirik ialah menduakan Allah s.w.t. Menyengutukan Allah s.w.t. dari sudut zatNya, sifatNya, af’alNya atau asma’Nya.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan katakanlah: "Segala puji tertentu bagi Allah Yang tiada mempunyai anak, dan tiada baginya sekutu Dalam urusan kerajaanNya, dan tiada baginya Penolong disebabkan sesuatu kelemahanNya; dan hendaklah Engkau membesarkan serta memuliakanNya Dengan bersungguh-sungguh!"(Surah al Isra’: 111).

Firman Allah s.w.t.

Terjemahan: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa orang Yang mempersekutukanNya Dengan sesuatu (Apa jua), dan akan mengampunkan Yang lain daripada kesalahan (syirik) itu bagi sesiapa Yang dikehendakiNya (menurut peraturan hukum-hukumNya); dan sesiapa Yang mempersekutukan Allah Dengan sesuatu (Apa jua), maka Sesungguhnya ia telah sesat Dengan kesesatan Yang amat jauh.(Surah al Nisa’: 116).

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, semasa ia memberi nasihat kepadanya:" Wahai anak kesayanganku, janganlah Engkau mempersekutukan Allah (dengan sesuatu Yang lain), Sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah satu kezaliman Yang besar".(Surah Luqman: 13).

4. Ilhad
Ilhad ertinya tidak mengaku kebenaran agama Islam, meninggalkan suruhannya dan cenderung kepada zalim dan syak terhadap Allah s.w.t. Mulhid pula ertinya orang yang tidak mengaku serta mengumpat agama Islam serta meninggalkan segala suruhan dan cenderung kepada zalim dan syak kepada Allah s.w.t. (Marbawi, 1996).

Di dalam al Quran kita akan mendapat mengenai mulhidin ini sama ertinya dengan mudhillin.

Firman Allah s.w.t.
Terjemahan: Aku tidak memanggil mereka menyaksi atau membantuKu menciptakan langit dan bumi, dan tidak juga meminta bantuan setengahnya untuk menciptakan setengahnya Yang lain; dan tidak sepatutnya Aku mengambil makhluk-makhluk Yang menyesatkan itu sebagai pembantu.(Surah al Kahfi: 51).

Apabila manusia menjadi mulhid atau sesat maka lahirlah berbagai-bagai fahaman seprti sekular, nasional, kapitalis, komunis, sosialis, materialis, hidonis dan zionis yang bercanggah dengan nilai-nilai yang terdapat di dalam al Quran dan al Hadith.

------------------------

Ustaz Abd Aziz bin Harjin
Pensyarah Tamadun Islam
Universiti Teknologi MARA Perlis
02600 Arau, Perlis
MALAYSIA

013-4006206
011-1070-4212
04-9882701
abdazizharjin@perlis.uitm.edu.my
https://www.facebook.com/abdaziz.harjin
http://abdazizharjin.blogspot.com